Sunday, October 4, 2015

Kewajiban Mahasiswa

"Mahasiswa Harus Bertanggungjawab"

Senin, 051015 Lab. Bahasa - E6. 105

Mahasiswa itu bebas, bebas tak punya batas. Tentu kebebasan itu sangat kita rasakan, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi terserah kita mau diatur bagaimanapun. Namun perlu diingat bahwa semua yang dilakukan wajib dipertanggung jawabkan. Mau mengatur perkuliahan ini dengan semenarik mungkin, pasti setiap mahasiswa mempunyai target masing-masing yang juga pasti beranekaragam. Ada yang berstatus kupu-kupu, yang biasa ditunjukkan buat mahasiswa yang hanya kuliah pulang dan kuliah pulang, demikian disetiap harinya. Mereka hanya mementingkan kuliah saja tanpa peduli dengan kegiatan non-akademik lainnya. Padahal diluar perkuliahan sangat banyak fasilitas yang mendukung dalam mengembangkan potensi diri, entah melalui kegiatan UKM, ormas, HMJ, BEM, dan lain sebagainya. Meskipun dalam mengikuti kegiatan tersebut membutuhkan  waktu yang banyak atau bahkan menyita waktu kita untuk bersantai menikmati waktu istirahat.

Adapula mahasiswa yang berjulukan kura-kura, julukan ini dikhususkan bagi mahasiswa yang sepanjang harinya dipenuhi dengan kuliah dan rapat saja. Memang pada dasarnya rapat itu sangat dibutuhkan dalam organisasi. Namun ironisnya, kebanyakan mahasiswa yang demikian itu lalai dalam menjaga sholat, mereka keasyikan dalam rapat organisasi, terutama sholat asar. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang notabennya S1 Pendidikan Bahasa Arab. Apalagi pada minggu-minggu ini, misal : pada rapat kemaren jum'at (02 Oktober 2015) rapat dimulai dari jam setengah dua setelah jum'atan usai dan selesai pada jam 5 sore. Sehingga sholat asar mereka hampir lenyap tak terkondisikan. Padahal mereka sama-sama mengerti dan paham betul dengan kewajiban sholat fardlu.

Seharusnya, sebagai mahasiswa yang sejati kita tidak boleh meremehkan apapun, apalagi hal-hal yang sudah jelas kewajibannya. Karena apabila hablum minallahnya telah disia-siakan, maka bagaimana mungkin kesuksesan yang diharapkan dalam acara itu akan tercapai ?

Berkunjung ke Sengkaling

Ahad, 04 Oktober 2015
Hari kemaren begitu membuatkan kebingyngan dan dilema, amanah di BDM dan amanah acara survey tempat untuk acara di bumiaji sudah tiba, karena acara sudah diambang pintu. Aku meminjam sepeda motornya mas taufik yang sebelumnya aku membeli lauk uktuk sarapan pagi. Ketika sampai di gerbang jl. Semarang, tiba-tiba motor mati secara mendadak, sehingga kami berjalan menuju masjid. Setelah sholat dhuha, aku membelikan bensin motor itu di puncak jalan semarang dengan mengendarai motor mas yuda. Setwlah itu aku bwrgegas menuju ormawa dan dilanjutkan ke jalan terusan surabaya unruk menwmui cici dan firo yang sudah lama menunggu disana. Singkat cerita aku pinjamkan motor yang aku kendarai itu ke cici. Ba'da asar aku mwngambil motor itu ditempat yang tadi. Alhamdulillah, amanahku tidak ada yang terbengkalai.

Malam hari sudah isya' aku diajak roI untuk ke Sengkaling guna menemui teman-teman dari madura. Disana aku ngobrol dengan mereka, begitu tampak kedekatan persaudaraan mereka dari cara komunikasi yang begitu hangat dengan bahasa has mereka yaitu bahasa madura yanh diselingi dengan gurauan dan canda tawa yang begitu bermakna. Padahal tugas nenumpuk untuk hari inj, semua mata kuliah memberikan tugasnya masing-masing. Semua mahasiswa mengeluh dengan ini. Semangat kawan !